Tuesday, May 25, 2004

Mengintip perilaku Seks ABG di Manado


Cekikikan manja penuh pesona, menggairahkan serta penampilan yang seronok, para kupu-kupu malam , di sepanjang jalan Boulevard Piere Tendean Manado, mampu menghipnotis dan meruntuhkan iman seseorang. Bahkan, pejabat teras dan tokoh agama sekalipun bila bersua dengan mereka.

Lihat saja, mereka cantik-cantik. Dengan senyuman disertai kerlingan dan gurauan menggoda yang bermakna untuk mengajak berbuat lebih secara menyolok ditawarkan para gadis Anak Baru Gede (ABG) yang sering mangkal di sepanjang jalan itu, ternyata telah menjadi fenomena lain dari kota Manado .

“ Mau yang muda atau yang setengah tua ?” tawar salah seorang mucikari pada penulis ketika melakukan ‘survey’ disana pada suatu malam.


Bahkan, mereka tak segan-segan menawarkan santapan malam dengan menu ‘ daging singa’ kepada siapa saja yang lewat disitu. “ Kalau sudah kebelet tak dibayarpun kami mau, yang penting enjoy “ aku Mawar (bukan nama sebenarnya, red), gadis cantik belasan tahun yang mengaku sering melakukan ‘itu’ karena ketagihan.

Lain lagi menu ngejos disiang hari yang ditawarkan para ABG yang rata-rata berpredikat anak sekolahan. Mereka, biasanya nongkrong secara beregrombol di Matahari Dept Store, Coco Dept Store, Café, dan Kantor Pos. “ Saya mau saja di bawa, tapi harus bersama-sama dengan teman-temanku. Sebab, jujur saja, kalu kita Cuma sandiri kita tako, “ begitu alasan Seruni yang dibenarkan rekan-rekannya yang saat itu masih dengan pakaian seragam salah satu sekolah menengah tersenyum menggoda.


Desahan dan erangan penuh nafsu birahi menggelora dari sejumlah gadis di bawah umur ini, merupakan suatu nikmat membawa sengsara . Betapa tidak, sesuai laporan Dinas Kesehatan Sulut, selang tahun 2003 lalu terdeteksi sudah 6 (enam) orang yang positif mengidap virus HIV/AIDS. Bahkan tiga diantaranya telah meninggal dunia. Lebih ironis lagi, satu dari mereka berumur dibawah lima tahun (balita).

Sementara itu, kurun waktu 2002 lalu, tercatat sebanyak 28 orang terjangkit virus mematikan tersebut yang diakibatkan hubungan seks bebas secara gila-gilaan. Dari data Dinas Kesehatan Sulut menyebutkan tahun 2002 lalu itu tercatat 12 orang meninggal dunia dan itu termasuk bayi dalam kandungan salah seorang perempuan yang terjangkiti virus HIV/AIDS.

Sedangkan, data laporan per Januari 2004, Dinas Kesehatan menyebutkan sudah 41 orang yang terjangkiti HIV/AIDS dan 15 diantaranya sudah meninggal dunia. Sementara 2 (dua) orang dari ke 41 yang terjangkiti itu, saat ini masih berkeliaran di Kota Bitung. Astaga !

Sulut sendiri termasuk rawan penularan HIV/AIDS. Sebab, disejumlah tempat hiburan justru menyediakan hidangan sedap malam alias ‘daging singa’ secara gamblang. Sudah begitu, pelabuhan Bitung merupakan salah satu tempat transit virus yang dibawa sejumlah pelaut negeri seberang.

Dosa siapa? Bukan salah bunda mengandung jika sejumlah wanita penebar maut ini mencapai ratusan orang ini harus bergerilya mencari pasangan untuk menuntaskan hasrat ‘itu’-nya. Tapi, lebih didorong oleh tuntutan hidup yang lebih harmonis.

Sebab, jujur saja para lelaki hidung belang-pun selain memang membutuhkan keberadaan mereka, pun jika ketemu dengan penjaja cinta sekejap ini akan mengiler. Karena lihat saja, mereka masih muda, cantik, aduhai , bahenol, seksi.

Moral, sekali lagi moral yang berperan. Faktor iman dan kesetiaan terhadap istri atau suami? Harus terus dipupuk agar tidak tergoda bujukan malaikat pencabut nyawa untuk tidak berbuat lebih ‘itu’ tadi. Peranan orang tua, pemerintah, tokoh agama, bahkan siapa saja menjadi sangat penting dalam menyikapi fenomena maraknya, ‘daging singa’ tersebut.

Terungkapnya sejumlah temuan virus HIV/AIDS yang telah menelan korban jiwa warga Sulawesi Utara (Sulut), dinilai sejumlah massa aksi pemerhati masalah perempuan sebagai akibat dari maraknya penjualan wanita asal Sulut ke daerah lain untuk dijadikan sebagai pekerja seks komersil.

“ Untuk itu, kami mengimbau agar aparat kepolisian, kejaksaan, pengadilan mengusut tuntas sampai keakar-akarnya dan membongkar jaringan mafia penjual perempuan dengan memberikan hukuman yang setimpal dari akibat di eksploitasinya perempuan sebagai dagangan, “ sembur sejumlah tokoh massa aksi seperti, Donny Lumingas Sekjen Presidium GMNI dan Fitria Dara Syamsi Ketua Lembaga Solidaritas Perempuan, dan Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW), serta Tim Penggerak PKK, geram.

Malahan, Fitridarasamsi Ketua Lembaga Solidaritas Perempuan (LSP), sangat geram terhadap para mafia penjual perempuan tersebut. Pasalnya menurut Fitri, panggilan akrab perempuan yang punya hobi melakukan demo ini, selain yang jadi korban adalah anak-anak dibawah umur-pun ketika berhasil ditangkap dan disidangkan justru hanya diputus sangat ringan.

Secara terpisah mereka mengindikasikan adanya penjualan perempuan asal Sulut itu, dilakukan secara terorganisir oleh jaringan mafia perdagangan wanita ke daerah lain, dan ini harus ditindak. “ Bongkar jaringannya, bukan korban yang diusut, “ tegas mereka.

Germo, mucikari, induk semang, mami atau apalagi panggilan laknat lainnya bagi penjual wanita tersebut, dinilai para tokoh massa aksi di Sulut ini dengan satu kata; Keparat !!!. Sebab, lihat saja sejumlah Anak Baru Gede (ABG) yang sering mangkal di sejumlah tempat hiburan, loby hotel, Dept Store, bahkan yang ada di sepanjang Boulevard Piere Tendean, rata-rata keberadaan mereka telah terkoordinir oleh germo atau apa saja panggilan mereka itu.

“ Makanya perlu adanya perda anti trafiking untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk itu, perlunya peningkatan SDM bagi kaum perempuan Sulut. “ kata Ny Sientje Sondakh-Mandey yang juga sebagai istri gubernur Sulut itu.



Cerita Duka ‘Kupu-Kupu Malam’

Berbagai alasan klise terlontar dari sejumlah bibir bergincu yang berhasil diwawancarai baru-baru ini. Mereka rata-rata berangkat dari keluarga broken home , mulai dari alasan demi menyambung hidup sampai yang terjebak dengan keadaan, terus menambah jumlah daftar ‘kupu-kupu malam’ di Kota Manado . Berikut rangkuman hasil investigasi penulis dibeberapa tempat hiburan malam sampai di pelabuhan Samudera Kota Bitung.

Mona, 24 tahun, status cerai satu anak, perempuan cantik yang mengaku tinggal di Tuminting yang bekerja sebagai Ladis di Hot Gossip Enjoy (HG) Manado, mengaku terpaksa harus menjalani kehidupan malam hanya untuk mengongkosi anak dan keluarganya.

“Saya menjalani pekerjaan ini sejak tahun 1999 lalu, ya terpaksa karena jujur saja saya tidak mengantongi ijazah untuk melamar pekerjaan ditempat lain, “ tuturnya sambil menambahkan bahwa dirinya bisa diajak begituan asal baku ator.

Lain lagi cerita Rona, 19 tahun, gadis hitam manis putus sekolah yang sering mondar- mandir sambil membawa jualan berupa obat kuat untuk pria dewasa dari satu kapal ke kapal asing lainnya di pelabuhan Samudera Bitung.

“ Bos, ada obat kuat ini, bagus punya bisa langsung dicoba, “ tawarnya saat itu sambil memperlihatkan berbagai jenis obat kuat buatan negeri seberang. Dirinya mengaku, jika ada yang berminat terhadap jualan obatnya dan minta dilayani, tarifnya agak mahal diatas Rp 250.000 sekali ngejos.

Suka-duka sebagai ‘kupu-kupu malam’ memang sering memiriskan, dan itu terjadi didepan mata kita. Sebab, sesuai pengakuan Mawar, (bukan nama sebenarnya, red)- gadis manis belasan tahun yang ditemui di salah café di jalan Boulevard ketika menjajakan hidangan daging singa pada suatu malam mengaku bahwa dirinya direkrut dari salah satu desa di Sulut oleh seseorang ( baca; germo), yang mengaku bisa mencarikan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar.

Berawal dari bujukan dan rayuan untuk mendapatkan pekerjaan itulah, Mawar, meninggalkan desanya dan ikut pada germo tersebut ke salah satu kota besar di daerah luar Sulut. Namun, ternyata impian untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar sirna seketika. Mawar, dengan paksaan sang germo disuruh melayani nafsu birahi seorang pria paro baya yang berasal dari negara tetangga sampai pingsan. Mawar diperkosa dan dijual !

Akibatnya setelah itu, gadis muda cantik ini mulai merasakan ada kelainan dalam perutnya. Sebab, ternyata gadis cantik asal salah satu desa di Sulut itu mengandung benih haram yang ditaburkan pria yang tidak pernah dikenalnya. Mawar hamil diluar nikah.

Dengan perasaan remuk redam, Mawar, berhasil kabur dari jeratan sang germo dan pulang ke desa. Tapi, apa yang terjadi ? seluruh masyarakat di desa merasa jijik melihatnya yang pulang dengan perut membuncit. “ Terpaksa kita kase gugur no, dan setelah itu saya ada disini dan jadi begini, “ tuturnya sendu sambil terisak menahan jatuhnya airmata. “ Ah ngana babatanya terus jo rupa itu wartawan, mo booking nda?” tanya Mawar sambil tersenyum manis sambil bergayut manja menggoda.

5 comments:

Anonymous said...

I found this site using [url=http://google.com]google.com[/url] And i want to thank you for your work. You have done really very good site. Great work, great site! Thank you!

Sorry for offtopic

Anonymous said...

Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium?
Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!

Anonymous said...

Drug keftab Sale pravachol ED altace Order effexor World shippind snoroff Drug zerit

Anonymous said...

[url=http://flemingartists.com/downloads/]Buy Cheap Viagra Online[/url]

obat herbal lupus said...

aduh ngeri gan klo,udah sampe kena virus virus begitu ane jadi prihatin ma bansa ni